Hidup itu penuh hal-hal random

Sabtu, 11 Mei 2013




Review setahun belakangan sampai hari ini, Selama di samarinda aku banyak melakukan hal-hal random. Melakukan hal-hal diluar perencanaan matang dengan bermodal menyukai, excited, nekat dan bodoh. Yah, begitulah peralihan hidupku yang dulunya melakukan segala sesuatu berdasarkan rencana dan perencanaan jauh-jauh hari berubah menjadi pribadi yang punya rencana namun terkadang dengan mudahnya membuang rencana yang sudah dibuat super duper perpect mengikuti kesenangan, mood, & keinginan.
Dan semua itu tentunya tidak akan terjadi tanpa ijin-Nya. Daun yang jatuh dari pohon pun tentunya terjadi atas ijin-Nya. Yah, memang benar ungkapan “Man Proposes, God Disposes”.. manusia berencana, Tuhanlah yang menentukan.
Bermula saat aku mengubah planning hidup yang sudah ku susun saat kelas 2 SMA, dengan mudahnya aku mengubahnya, menggantinya. Yah, mengenai pilihan kampus dan jurusan. Semua bermula tanpa perencanaan dan hanya sebuah celutukan candaan yang justru menyadarkan aku bahwa omongan sekalipun itu candaan dapat menjadi sebuah doa yang di-amin-kan para malaikat hingga di kabulkan oleh-Nya.
Aku sama sekali tidak berencana, saat itu sama sekali tidak terpikir sedikit pun untuk menjalani apa yang aku jalani sekarang, hanya karna aku penasaran dan coba-coba. Itulah langkah awal ceritaku. Aku lolos dengan mudah, aku bertemu teman-teman baru dan mendapat pengalaman baru, baik senang atau pun sedih, selalu ada hikmahnya.
Yang paling tidak kuduga ialah aku bertemu teman-teman yang selalu membuatku berdecak kagum. Aku bertemu dengan para ‘berlian’. Yang mengajarkan ku banyak hal. Yang menghiburku. Yang menemaniku.
Sempat merasa tidak cocok dengan jurusan yang ku pilih, namun di tengah perjalanan justru aku sadar, passionku, hal-hal yang aku sukai, tujuan-tujuanku justru ada di jurusan ini. Hingga kini tinggal aku sendiri yang menentukan untuk aktif atau tidak mengejar apa yang aku ingini. Dan sepertinya  hal-hal random yang ku lakukan inilah yang akan menjadi takdir, sehingga aku berkesimpulan bahwa bukan aku yang memilih jurusan ini namun jurusan inilah yang memilihku.

*dan jatuh hati pada mu juga merupakan hal random tanpa rencana dan tanpa bisa aku memilih, andai bisa aku memilih, aku tidak akan memilih untuk jatuh hati padamu, karna kamu hanya datang di saat terakhir, di saat kamu akan pergi , kamu datang hanya sebentar , namun hingga kini aku masih memikirkanmu*

0 komentar:

Posting Komentar