Menuju birokrasi kampus yang efisien
Jika berbicara masalah pendidikan yang tergambar sebuah sistem yang kaku dengan kerumitan administrasi yang berbelit. Mengeyam pendidikan di perguruan tinggi atau menjadi mahasiswa tentunya tidak asing dengan urusan administrasi/birokrasi kampus. Misal ; pengurusan portal akademik, beasiswa, proposal dana atau skripsi.
Menurut wikipedia Birokrasi berasal dari kata bureaucracy (bahasa inggris bureau + cracy) diartikan sebagai suatu organisasi yang memiliki rantai komando dengan bentuk piramida dimana lebih banyak orang yang berada di tingkat bawah daripada tingkat atas, biasanya ditemui pada instansi yang sifatnya administrasi maupun militer.
Lebih spesifik saya akan membahas administrasi/birokrasi yang berbelit di Universitas Mulawarman. Mahasiswa unmul tentunya sudah tidak asing lagi dengan hal-hal berhubungan dengan administrasi. Contoh kecilnya pada sistem online dalam pengisian portal akademik. Mendengar kata ‘online’ yang ada di benak kita adalah kepraktisan/kemudahan karna sistem birokrasinya sudah modern. Namun tidak sama dengan fakta di lapangan. Sistem online tidak berlaku sepenuhnya. Kata ‘online’ hanya sampai pada pemilihan mata kuliah dan pencetakan Kartu Rencana Studi (KRS). Setelah itu, hal berbelit pun muncul. Seperti susahnya bertemu dosen untuk meminta tanda tangan, minta surat ini-itu, beralih dari kantor ini-itu. Lantas banyak mahasiswa berguman untuk apa sistem online jika masih berbelit seperti ini.
Bukankah tujuan birokrasi mengatur/mempermudah segala urusan ? namun ada saja hambatan seperti petugas birokrasi yang memperlambat sehingga banyak waktu yang terbuang.
Bukankah mahasiswa itu agent of change. Agen perubahan sosial, penerus bangsa yang di yakini mampu bersaing & mengharumkan nama bangsa, juga mampu menyakinkan serta menyampaikan aspirasi untuk memajukan bangsa ? bagaimana bisa maksimal jika banyak waktu yg terbuang ?
Mungkin bagi mahasiswa , birokrasi di kampus adalah hal yang paling membosankan. Harus dari kantor ini-ke kantor itu. Dari jurusan, prodi, atau akademik. Hal-hal seperti ini juga sering membuat kita malas mengurusnya. Sehingga banyak kejadian mahasiswa yang salah memilih mata kuliah bahkan lulus tidak tepat waktu hanya karna bermasalah dengan proses administrasi yang berbelit.
Menteri BUMN, Dahlan Iskan dalam salah 1 berita online mengkritik bahwa birokrasi yang berbelit menjadi penghalang negara yang modern. Dari sini saya menangkap jika birokrasi kampus yang berbelit akan menjadi penghalang unmul yang modern.
Menurut saya, untuk meningkatkan efisiensi dalam birokrasi kampus, kita perlu memaksimalkan teknologi yang kita punya. Tentunya dibarengi dengan peningkatan SDM pelayan publik.







0 komentar:
Posting Komentar