Kisah seminggu yang lalu

Senin, 01 Juni 2015

Berdua lebih baik
Jaman sudah modern. Gak ada orang yang hidup saling berjauhan. Tapi tidak ada juga orang yang hidup saling berdekatan. Sepeti jejaring sosial. Mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat .

"Kau hanya membutuhkan 1 orang teman, itu sudah cukup, hanya satu, dengan begitu kau tidak akan takut" Han Jung Wo - I miss u

Beberapa waktu terakhir kejenuhanku makin menjadi-jadi. Ada yang aneh dengan diriku. Aku tiba-tiba saja merasa kesepian. Bukan karna aku tidak memiliki teman. Tapi karna tak ada yang mampu memahamiku. Mereka hanya mendengar, tapi tidak memahami. Terlebih ini adalah masa dimana aku berhenti berpetualang dan merasa amat sangat kehilangan pada pemilik labuhan petualanganku. Berpetualang dari satu hati-hati ke hati lain. Namun anehnya, aku berhenti berpetualang pada hati yang tidak pernah kusangka-sangka.
Hingga aku sedikit berubah, menjauh dari pergaulanku, menyendiri. Aku tidak menyalahkan mengapa orang-orang tersebut tidak memahamiku, karna aku sendiri sebenarnya tidak mengetahui apa yang ku ingini. Karna aku merasa ada yang hilang tanpa tau apa yang sudah ku temukan. Anehnya jika kejenuhan itu mulai menjadi-jadi aku seakan bersedih tanpa tau apa yang harus ku sedihkan.

***

Lain lagi dengan cerita kesepian ku karna aku merindukan rumah & keluargaku. Aku bukan tertutup pada mereka, hanya aku tidak ingin menambah beban mereka. Hari-hari mereka sudah cukup berat untuk mencari uang demi makanan enak, baju bagus, dan ijazah untukku. Aku tidak ingin dengan cerita sedih dan keluhanku yang tidak seberapa itu menambah kerunyaman hidup mereka. Memang No pain no gain. Tapi pain tolerance ku rendah. Aku terbiasa menjadi anak tunggal dan manja selama 14 tahun, dan saat usia 17 tahun.harus belajar hidup mandiri dan sendiri dikota orang. Bergelut dengan sumpeknya ibukota dan menyimpan banyak kesal dalam hati sendiri. Yah sendiri.

Alhasil aku mulai belajar untuk berteman dengan diriku sendiri, membahagiakan diri sendiri dan berusaha nyaman melakukan apa-apa sendiri. Jangan heran jika melihatku berbelanja di mall sendirian, jangan juga heran melihatku membeli dvd drama bajakan lalu menonton drama berjam-jam hingga lupa waktu dan membeli es krim saat cuaca sedang dingin. Aku hanya belajar menerima keadaan, belajar membahagiakan diriku sendiri. If i'm not for my self, who will be ?? Jika sendiri terasa nyaman, berdua pasti akan lebih baik. Karna jarang ada yang betah berlama-lama denganku. Untuk itu, aku amat sangat berterima kasih untuk orang-orang yang mau menemaniku dalam waktu yang lama, aku amat sangat menghargainya.
Hingga akhirnya, tanpa angin tanpa petir, aku kelelahan dan aku menangis didepan orang tuaku, menangis sejadi-jadinya namun tidak ada yang aku ucapkan. Banyak yang ingin aku ceritakan, tapi aku hanya sanggup membuat suara tangisan.
Yah . Beginilah kisah kejenuhanku .

0 komentar:

Posting Komentar