sebelumnya aku pernah begitu
mendamba ricikMu
kota-kota ini, tuan, adalah kota
yang berasal dari senja
di dalam lembar-lembar kosong kitab
suciMu
hangat, sebentar, melelehkan, dan
melelahkan
tapi kematian terlahir sebagai
harakat yang panjang
ia harus panjang pula diucapkan, ia
terlampau jauh
namun menyala
demikian dekat
demikian terang
kota-kota ini tumbuh dari kealpaan,
aku adalah napasMu
napasMu telah larut dalam hampa
udara dalam doa-doa
sebelumnya aku pernah begitu
mendamba ricikMu
sebelum engkau menjelma tempias yang
hanya halus
namun amat basah
demikian lekat
demikian erat
Chachathaib
Mungkin,
Warna kulitku sengaja dibuat seperti ini, karena jodohku menyukainya.
Bentuk wajahku seperti ini, karena jodohku menyukainya.
Kekonyolanku tidak bisa hilang, karena jodohku pernah jatuh cinta karenanya.
Warna kulitku sengaja dibuat seperti ini, karena jodohku menyukainya.
Bentuk wajahku seperti ini, karena jodohku menyukainya.
Kekonyolanku tidak bisa hilang, karena jodohku pernah jatuh cinta karenanya.
Mungkin,
Warna bola mataku sengaja dibuat Tuhan seperti ini, karena jodohku senang memerhatikannya saat aku dengan begitu antusias jika bercerita.
Bibirku sengaja dibuat tipis, karena jodohku senang menciumnya.
Jerawat dan kulit wajahku yang tidak mulus ini, adalah cara Tuhan menunjukkan bahwa jodohku menerimaku apa adanya.
Warna bola mataku sengaja dibuat Tuhan seperti ini, karena jodohku senang memerhatikannya saat aku dengan begitu antusias jika bercerita.
Bibirku sengaja dibuat tipis, karena jodohku senang menciumnya.
Jerawat dan kulit wajahku yang tidak mulus ini, adalah cara Tuhan menunjukkan bahwa jodohku menerimaku apa adanya.
Mungkin, mungkin, mungkin..
sedemikian tidak sempurnanya aku, memang dirancang Tuhan sedemikian rupa untuk memberi tahu bahwa ada jodohku yang lebih dulu diciptakannya untuk menyeimbangkan juga melengkapiku. Seutuhnya.
sedemikian tidak sempurnanya aku, memang dirancang Tuhan sedemikian rupa untuk memberi tahu bahwa ada jodohku yang lebih dulu diciptakannya untuk menyeimbangkan juga melengkapiku. Seutuhnya.









0 komentar:
Posting Komentar