Setua apapun anak perempuan, dia masih putri kecil yang tidak tau apa-apa bagi orang tuanya. Terlebih bagi seorang ayah.
Ayah adalah
orang yang paling kuat, , ayah tipe orang yang tidak ada lelahnya dan pekerja
keras, terlebih saat mencari uang demi ijazah, baju cantik dan makanan enak untuk
anak perempuannya. ayah terlihat sok cuek dan kuat, ayah jarang menelpon anak
perempuannya yang sedang kuliah di luar kota hanya untuk menanyakan kabar. Tapi
justru ayah lah yang menyuruh mama menelpon dan menanyakan kabar anak perempuannya.
Namun, ayah lah
yang selalu memberi uang jajan lebih secara sembunyi-sembunyi dari mama pada
anak perempuannya. Ayah ialah orang yang paling panic saat anak perempuannya
bercerita bahwa ia mengalami luka kecil saat terjatuh dari motor. Ayah yang
selalu menelpon sampai 5 kali sehari saat anak perempuannya mengeluh sedang
sakit. Ayah yang selalu mengantarkan anak perempuannya di hari pertama ia
memasuki jenjang pendidikan baru.
Tapi bukan tidak
sering ayah memarahi anak perempuannya, yah, harap di maklumi jika anak
perempuannya amat sangat manja.
Anak
perempuannya pun sering kesal jika keinginannya tidak dikabulkan. hingga merajuk beberapa hari dan hanya ayah
yang sabar meghadapi sifat anak perempuannya yang seperti itu.
Namun saat anak
perempuannya meminta ijin untuk kuliah di luar kota, ayah lah yang paling berat
memberikan ijin. Ayah ragu, bagaimana mungkin anak perempuan satu-satunya itu
hidup mandiri dikota orang, ahh, ayah lupa, putri kecilnya kini sudah dewasa.
Waktu sangat cepat berjalan.
Ayah ialah orang
berat memberikan ijin, begitu pula dengan anak perempuannya, berat hati untuk
meninggalkan rumah, terlebih ketempat asing yang baru dia kenal. Inilah jalan
hidup yang harus dijalani, anak perempuannya harus meninggalkan rumah demi
mengejar cita dan cintanya. Namun ayah
selalu meyakinkan, jika putrinya kelelahan atau terjatuh, rumah selalu terbuka
lebar menyambutnya tanpa menuntut berhasil atau tidaknya. Ayah akan menerima
kembalinya anak perempuannya ke rumah dengan tangan lebar.
dibelahan bumi
manapun, seorang ayah selalu ingin terlihat kuat, sok cool, apalagi ketika anak
perempuannya datang kepadanya dengan mengenalkan kekasih hatinya. Pasti rasa
cemburu itu ada, dan saat itu juga, seorang ayah mungkin baru tersadar, putri
kecilnya kini telah dewasa.
Dan suatu saat
nanti, putrinya juga pasti akan meninggalkan rumah, bukan untuk alasan
pendidikan, namun karna jalan hidup untuk berpasangan. Ketahuilah, meninggalkan rumah untuk seorang anak
perempuan itu amat sangat berat. Lebih berat ketimbang saat meninggalkan
rumah dengan alasan pendidikan. Tapi inilah hidup
Dan sebelum masa
itu datang, anak perempuan itu kini merasakan rindu. Rindu ingin kembali ke
masa kecilnya, dimana ia menangis hanya karna alasan ice cream. Rindu saat
berada dirumah, karna tanpa sadar, anak perempuan itu selalu membuat tempat
kini ia tinggal semirip mungkin dengan rumah tempat orang tuanya. Anak
perempuan itu kini sudah sangat menghargai waktu, terlebih waktu berkumpul
dengan keluarga. Anak perempuan itu juga rindu cinta pertamanya, yah, sapa lagi
cinta pertama seorang anak perempuan selain ayahnya. Rindu yang amat sangat
ditengah buih-buih gombal lelaki yang datang silih berganti.
*Terima kasih
mengijinkan anak kecil ini berpetualang dan melihat dunia. Aku disini tidak
akan lupa dengan tanggung jawab pendidikanku.
*dan saat tulisan ini di upload, anak perempuan itu sudah menyelesaikan tanggung jawab pendidikannya, namun ia masih haus pertemanan, petualangan dan pertemuan orang-orang hebat. Memang sudah masanya ia untuk pulang kembali ke rumah. Awalnya anak perempuan itu sangat excited mengetahui ia akan kembali ke zona amannya, namun ternyata ia juga merindukan kehidupan dan hari-hari yang berat dulu saat masih menempuh studi. Namun anak perempuan it uterus berusaha meyakinkan diri, bahwa memang sudah waktunya. Melakukan yang terbaik sebelum masa ia harus mengikuti cintanya tiba. Meninggalkan rumah untuk jalan hidup berpasangan.








0 komentar:
Posting Komentar